Sunday, 31 August 2008

Uhm........TEACHER.........I LOVE Youuuuuuu


Hari ini gw seneng banget, I am very very happy

Bukan karena gw dapat durian runtuh atau undian berhadiah

Bukan juga karena baru ditembak cowok (*udah lama nih gw gak ditembak hehehe, mau dong ditembak DORRR :P)

Bukan juga karena gw abis dicium ama Teuku Wisnu dalam Cinta Fitri 2 (*sape sih looo…ngaku2 Shireen Sungkar?)

TAPI………..

Satu hal yang bikin gw bahagia hari ini adalah :

SMS YANG DIKIRIM OLEH DOSEN GW PAGI TADI.

Isi smsnya sih cuma gini : Thanks doanya, bgm penelitiannya? Minggu tgl 7 kamu ke rumah ya konsultasi riset, ok selamat puasa ya”

Setelah sebelumnya gw sms isinya gini :

Ass, Bu Ati selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadah puasa di Singapore dilancarkan oleh Allah, Salam hormat yuniar".


Demi Allah dan RasulNya, sms dosenku itu bener-bener bikin gw bahagia. Gw seneng banget. Sms ini bikin gw senyum senyum terus. Gw bahagia. Gw menyambut Ramadhan kali ini dengan sangat bahagia.



Marhaban Ya…..Ramadhan

parsel buah ini yg bikin gw jadi punya keberanian dtg ke rmh dosen.







Bagi masyarakat Jawa barat, kebiasaan menyambut bulan ramadhan dengan cara saling berkunjung ke keluarga masing-masing sudah menjadi tradisi. Tradisi kumpul-kumpul dan makan –makan bersama keluarga satu hari sebelum bulan puasa dinamakan cucurak atau munggahan.

Karena gw hidup di jawa barat tepatnya di Bogor. Ide cucurak segera terlintas di kepala gw dalam rangka PDKT ke dosen pembimbing skripsi gw. Bener-bener ide brilliant menurut temen-temen gw. Terus terang, gw sedang cari cara bagaimana agar gue bisa ada alasan untuk ketemu dosen gue setelah sekian lama gw menghilang dari peredaran kampus IPB.
Terakhir gue konsultasi skripsi dengan dosen pembimbing gue tersebut terjadi di bulan Februari 2008. Setelah itu seperti biasa , gw menghilang dari kampus dan tak pernah memperlihatkan batang hidung gw, di hadapan dosen gue. Lebih dari satu semester gue tenggelam dalam pelarian gue. Gue terlalu sibuk bekerja, sehingga tugas skripsi pun jadi terbengkalai. Bayangkan, selama hampir 8 bulan gw ga pegang buku ataupun belajar tentang kimia. Ujung-ujungnya gw bingung ketika ingin bertemu dengan dosen gue. Gw bener-bener malu. Pernah sekali ketemu cuman ditanya begini “ Yuniar, kemana aja?” dan gue cuman bisa diam tanpa menjawab apapun.

Nasihat dan dorongan moril dari sahabat dan temen-temen, serta keluarga udah sering diberikan pada gue. Isinya sama
“ KENAPA HARUS TAKUT SAMA DOSEN????”
“KENAPA HARUS MALU KETEMU DOSEN????”
”MAU GAK MAU, SUKA GAK SUKA, KAMU HARUS KETEMU PEMBIMBING SKRIPSIMU”

Abis dibilangin gitu paling gw cuman nge-iya-in. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan gw tetap gak berkomunikasi dengan dosen, bahkan sms sekalipun.
Gw cari ide bagaimana caranya bisa berkomunikasi dengan dosen gw. Akhirnya gw puny a ide. DATANG SILATURAHMI KE RUMAH DOSEN TANPA MEMBERI TAHU KEDATANGAN GW.

Ide gw tersebut sempet juga di tentang oleh Robi, temen gue. Karena menurut dia tidak sopan kalau gw dating ke rumahnya tanpa janji terlebih dahulu. Tapi….justru gw gak berani kalau gw sms duluan. Gw takut ditolak kalau datang ke rumahnya. Gw pengennya nekad datang tanpa janjian, karena gw lebih relaks kalau ketemu orang tanpa janji terlebih dahulu. Ibarat kata, kalaupun gw diusir dari rumahnya, gw lebih siap. Daripada gw harus sms dan langsung dijawab dengan kata-kata ADA KEPERLUAN APA ANDA INGIN KERUMAH SAYA. Itu malah bikin gw tambah ngeper.


Akhirnya hari jumat kemarin, gw datengin rumah ibu dosen pembimbing, kira-kira jam 20.30 Wib, gw sampai rumahnya. Dengan membawa parsel buah di tangan, gw memberanikan diri mengetuk pintu rumahnya. Tapi ternyata yang membuka pintu adalah suaminya dan anak-anaknya. Dari obrolan dengan suaminya, gw tahu kalau dosen gw itu lagi ke Surabaya dan baru pulang sabtu sore, hari Minggunya berangkat lagi ke Singapore selama seminggu.


Walopun gw ga ketemu dosenku, tapi gw seneng dan merasa sedikit lega, karena gw udah berani untuk datang ke rumahnya. Setelah 8 bulan gw perang batin agar gw bisa mau membuka komunikasi dengan pembimbing skripsi gw.

Saturday, 30 August 2008

Foto Narsis-Being Happy Mom and Kid



Three days ago, I found that pic in my folder. Entah kenapa gw seneng aja lihat foto ini. Melihat foto ini seperti melihat kenanganku bersama ibu kandungku. Gw membayangkan foto anak kecil itu adalah gw, sementara perempuan yang sedang menggendong anak itu adalah ibuku.
Dari ekspresi foto itu gw melihat :
1. Wajah bahagia ibuku yang mempunyai seorang anak bernama yuniar (*narsis).
2. Jari-jari tangan ibuku yang memegang tubuhku dengan sangat erat namun sangat lembut, seolah takut kehilanganku, anak perempuan yang sangat disayanginya.
3. Kantung bawah matanya yang menghitam, menandakan tanda-tanda kelelahan. Namun pancaran matanya penuh cahaya menandakan bahwa walaupun dia sangat lelah dan capek merawat dan membesarkanku, tapi tidak akan menghilangkan wajah bahagianya.
4. Dari pancaran wajah anak itu. Aku melihat pancaran bahagia. Anak itu sangat bahagia dan nyaman dalam pangkuan ibunya. Dia sangat bahagia mempunyai ibu yang sangat menyayanginya.
5. Mata anak yang sayu itu seolah-olah mengekspresikan jiwanya. Bahwa sampai berapa lama dia akan bisa tetap berada dalam keadaan seperti itu. Akankah dia bisa membalas semua kebaikan ibunya selama ini?


Suatu hari nanti jika Tuhan mengijinkan, aku ingin mengabadikan moment seperti dalam foto itu. Warna baju yang sama, jilbab yang sama dan senyum yang sama. Senyum Bahagia!